Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengukur sejauh mana inflasi dan suku bunga berpengaruh terhadap volatilitas harga saham pada perusahaan sektor keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2019–2025. Populasi penelitian mencakup seluruh perusahaan sektor keuangan, sedangkan penentuan sampel dilakukan menggunakan metode purposive sampling dengan mempertimbangkan kelengkapan data serta konsistensi pelaporan selama periode pengamatan. Metode analisis yang digunakan adalah regresi linear berganda, dilengkapi dengan uji hipotesis parsial (uji t) untuk melihat pengaruh masing-masing variabel, serta uji simultan (uji F) untuk menilai pengaruh gabungan antara inflasi dan suku bunga terhadap volatilitas harga saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial inflasi berpengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham, yang berarti perubahan tingkat inflasi mampu meningkatkan ketidakpastian dan fluktuasi harga saham pada sektor keuangan. Sebaliknya, suku bunga tidak memiliki pengaruh signifikan secara parsial, mengindikasikan bahwa pergerakan suku bunga selama periode penelitian tidak cukup kuat untuk memicu perubahan volatilitas harga saham. Secara simultan, kedua variabel tersebut juga tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap volatilitas harga saham. Model penelitian hanya mampu menjelaskan sebesar 1,4% variasi volatilitas, sementara 98,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian, seperti kondisi makroekonomi global, psikologi pasar, stabilitas politik, serta kinerja fundamental perusahaan. Temuan ini menegaskan bahwa volatilitas harga saham pada sektor keuangan bersifat multidimensional dan tidak dapat dijelaskan hanya melalui indikator inflasi dan suku bunga.
Copyrights © 2026