Penelitian ini menganalisis pengaruh kepemilikan saham, faktor intern dan ekstern terhadap nilai perusahaan dengan struktur modal sebagai variabel mediasi.Kebaruan penelitian ini adalah integrasi empat teori utama keuangan modern (agency theory, trade-off theory, pecking order theory, dan signaling theory) untuk menjelaskan peran struktur modal sebagai mediator, yang jarang diuji secara komprehensif dalam kajian literatur sistematis.Penelitian menggunakan pendekatan systematic literature review (SLR) terhadap studi empiris periode 2020–2024, dengan teknik analisis deskriptif-komparatif untuk mengidentifikasi pola hubungan, konsistensi, kontradiksi, dan riset gap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemilikan institusional lebih efektif sebagai mekanisme pengawasan dibanding kepemilikan manajerial. Faktor internal, terutama profitabilitas, konsisten meningkatkan nilai perusahaan, sementara variabel lain seperti likuiditas, leverage dan ukuran perusahaan memberikan hasil beragam antar sektor. Faktor eksternal seperti inflasi dan suku bunga berpengaruh pada struktur modal dan nilai perusahaan, meskipun dampaknya berbeda tergantung kondisi industri. Struktur modal terbukti berperan ganda: leverage optimal meningkatkan nilai perusahaan, sementara utang yang terlalu tinggi menurunkan kepercayaan investor. Penelitian ini terbatas pada literatur periode 2020–2024, sehingga generalisasi hasil masih terbatas. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar bagi manajer untuk menjaga profitabilitas, menyeimbangkan struktur modal, serta memperkuat kepemilikan institusional, dan bagi investor dalam memprioritaskan profitabilitas serta mempertimbangkan leverage optimal dalam pengambilan keputusan. Kata kunci: kepemilikan saham, faktor internal, faktor eksternal, struktur modal, nilai perusahaan
Copyrights © 2025