Penelitian ini didorong oleh risiko gagal bayar, penyalahgunaan dana, dan pengawasan yang lemah terhadap pembiayaan LASISMA di Cabang BMT NU Ganding, yang telah menyebabkan peningkatan potensi kerugian dan penurunan efektivitas distribusi pembiayaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko yang timbul dalam implementasi pembiayaan LASISMA, menganalisis strategi manajemen risiko yang diterapkan oleh BMT NU Ganding, dan merumuskan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas manajemen risiko. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi, serta memperkuat hasil dengan data sekunder dari berbagai referensi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko utama yang dihadapi meliputi gagal bayar, penyalahgunaan dana oleh anggota, dan proses pengawasan yang kurang optimal. Cabang BMT NU Ganding telah menerapkan analisis 5C, sistem jaminan kelompok, dan pengawasan serta penagihan aktif sebagai langkah mitigasi. Penelitian ini merekomendasikan optimalisasi analisis 5C, peningkatan pemantauan risiko, dan evaluasi berkala terhadap kebijakan pembiayaan untuk mendukung keberlanjutan program LASISMA.
Copyrights © 2025