Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk dan strategi bahasa dalam praktik kekerasan verbal digital serta menjelaskan bagaimana proses normalisasi kekerasan tersebut terjadi dalam interaksi pelajar di grup media sosial sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain Analisis Wacana. Data dikumpulkan melalui dokumentasi percakapan digital, observasi non-partisipan, dan wawancara semi-terstruktur pada beberapa grup media sosial pelajar tingkat sekolah menengah. Data dianalisis melalui tahapan transkripsi, pengkodean tematik, analisis strategi bahasa, dan interpretasi wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal digital muncul dalam berbagai bentuk, antara lain ejekan langsung, body shaming, labeling negatif, sarkasme, serta penggunaan emoji dan meme agresif sebagai alat penghinaan tersirat. Strategi linguistik yang digunakan pelajar dalam menyampaikan kekerasan verbal ditandai oleh penggunaan humor, ironi, hiperbola, dan intertekstualitas meme sehingga agresi verbal tampak sebagai candaan dan sulit diprotes. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa berperan dalam mereproduksi budaya kekerasan di lingkungan sekolah dan bahwa pencegahan kekerasan verbal digital perlu mencakup penguatan literasi komunikasi yang etis dan reflektif dalam ruang digital sekolah. Kata Kunci: kekerasan verbal digital, analisis wacana, strategi bahasa, normalisasi kekerasan, komunikasi pelajar.
Copyrights © 2025