Tuberkulosis sapi (bTB) disebabkan oleh bakteri Mycobacterium bovis (M. bovis). Tuberkulosis sapi pada sapi perah diyakini berkontribusi terhadap peningkatan kasus tuberkulosis karena dapat menular ke manusia (zoonosis), sehingga disebut Tuberkulosis Zoonotik. Penularan melalui mulut dapat terjadi dengan mengonsumsi susu atau produk susu yang terkontaminasi bakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi prevalensi infeksi M. bovis sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko penyakit bawaan makanan pada susu. Metode yang digunakan adalah bersifat deskriptif kualitatif, menggunakan pewarnaan AFB dan PCR dengan gen MPB70, RD1, CSB1, CSB2, dan CSB3 sebagai target amplifikasi DNA. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi infeksi pada 60 sampel susu yang diuji dengan metode pewarnaan AFB adalah 0% (negatif), dan pada 6 sampel (10% dari semua sampel) yang diuji dengan PCR, prevalensi juga 0%. Simpulan penelitian ini adalah tidak ada M. bovis dalam sampel susu, menunjukkan risiko yang saat ini rendah, tetapi pemantauan berkelanjutan, diagnostik yang ditingkatkan, dan kolaborasi interdisipliner diperlukan untuk mengurangi penularan zoonotik dan dampak ekonomi. Upaya pencegahan dan pengendalian bTB di Indonesia berfokus pada promosi kesehatan seperti menghindari kontak dengan hewan terinfeksi, memasak daging secara menyeluruh, dan mengonsumsi susu olahan
Copyrights © 2025