Lingkungan kerja yang beragam berpotensi meningkatkan diskriminasi dan bullying. Pada saat yang sama, keberagaman budaya di Indonesia dan tuntutan tenaga kerja multikultural di era globalisasi terus meningkat. Hal ini mendorong perlunya upaya identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anti bullying. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kecerdasan budaya dengan perilaku anti bullying di lingkungan kerja lintas budaya. Subjek penelitian berjumlah 100 orang, diperoleh dengan teknik sampling insidental. Data diperoleh dengan menggunakan Negative Act Questionnaire-Revised (NAQ-R) dan Cultural Intelligence Scale (SQS). Analisis data menggunakan korelasi Rho Spearman. Penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan budaya dengan perilaku anti bullying di lingkungan kerja lintas budaya. Pentingnya perusahaan meningkatkan praktik anti bullying dengan meningkatkan kecerdasan budaya karyawan.
Copyrights © 2025