Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan kisah lima Nabi Ulul Azmi: Nuh As, Ibrahim As, Musa As, Isa As, dan Muhammad Saw sebagai sumber pendidikan kesehatan mental yang kaya dan relevan secara universal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan library research, penelitian ini mengidentifikasi mekanisme pertahanan psikologis, kecerdasan emosional, dan strategi Islam yang dipraktikkan oleh para Nabi Ulul Azmi dalam menghadapi tekanan, penolakan, dan krisis eksistensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah-kisah tersebut memberikan pelajaran mendalam tentang resiliensi (kesabaran Nabi Nuh), trust and acceptance (keyakinan Nabi Ibrahim), self-control dan manajemen marah (Nabi Musa), compassion and empathy (Nabi Isa), serta tawazun (keseimbangan) emosional dan kepemimpinan adaptif (Nabi Muhammad SAW). Analisis ini menegaskan bahwa Al-Qur'an menawarkan kerangka holistik untuk kesejahteraan mental yang mengintegrasikan spiritualitas (tauhid) dengan ketahanan psikologis, menjadikannya model pendidikan karakter dan mental yang relevan untuk menghadapi tantangan psikososial kontemporer.
Copyrights © 2025