Tujuan Penelitian ini bagaimana pegawai negeri sipil di Dinas Pendidikan Kota Surabaya merencanakan pensiun mereka dalam kaitannya dengan literasi keuangan, teknologi keuangan, sikap keuangan, dan orientasi masa depan. Pengambilan sampel acak sederhana digunakan untuk memilih 110 responden dari kalangan pegawai negeri sipil yang akan pensiun antara tahun 2025 dan 2027 sebagai bagian dari desain penelitian penjelasan menggunakan teknik kuantitatif. Kuesioner skala Likert digunakan untuk mengumpulkan data, dan SPSS versi 25 digunakan untuk analisis regresi linier berganda. Temuan menunjukkan bahwa keempat faktor tersebut memiliki dampak yang menguntungkan pada perencanaan pensiun secara bersamaan. Namun, hanya teknologi keuangan dan literasi keuangan yang memiliki dampak besar; sikap keuangan dan orientasi masa depan tidak. Hasil ini menunjukkan bahwa peningkatan persiapan pensiun sebagian besar bergantung pada pemahaman yang solid tentang keuangan pribadi dan penggunaan teknologi keuangan secara efisien. Secara praktis, studi ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan kesiapan pegawai negeri sipil dalam menghadapi pensiun, organisasi pemerintah dan lembaga keuangan harus meningkatkan inisiatif pendidikan keuangan mereka dan mendorong penggunaan instrumen keuangan digital. Dengan memasukkan pentingnya perilaku keuangan digital ke dalam kerangka Teori Perilaku Terencana dan menyoroti bagaimana adopsi dan literasi teknologi memengaruhi pengambilan keputusan keuangan pensiun, studi ini secara teoritis menambah penelitian di bidang keuangan perilaku dan perencanaan pensiun.
Copyrights © 2026