Motif kina selama ini dipahami sebagai komoditas agraris dan penanda ekonomi kolonial, namun jarang dikaji sebagai identitas visual dalam ruang politik kontemporer. Penelitian ini menganalisis adaptasi visual motif kina pada kolom ruang rapat paripurna Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, dengan fokus pada perannya sebagai representasi identitas daerah. Penelitian dilakukan pada tahun 2024 dengan metode deskriptif kualitatif menggunakan pendekatan estetika morfologi Thomas Munro. Analisis difokuskan pada bentuk, material, warna, dan motif kolom, serta prinsip desain seperti keseimbangan, harmoni, proporsi, skala, dan kesatuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif kina tidak hanya berfungsi sebagai ornamen dekoratif, tetapi juga sebagai medium identitas lokal yang mengartikulasikan legitimasi simbolik dan memperkuat citra ruang rapat sebagai ruang politik yang formal, representatif, dan sarat makna budaya.Kesimpulannya, integrasi motif kina pada ornamen kolom ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Bandung menegaskan pentingnya adaptasi visual sebagai strategi menghadirkan identitas lokal dalam desain interior pemerintahan. Kata Kunci: adaptasi visual, motif kina, identitas lokal, kolom, DPRD Kabupaten Bandung
Copyrights © 2025