Penelitian ini menganalisis representasi feminisme digital dan nilainilai feminisme dalam konten edukasi gender di akun Instagram @kawanpuan.id. Akun ini berfungsi sebagai media advokasi dengan bahasa empatik dan visual komunikatif, berfokus pada isu kesetaraan gender. Menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis dari Norman Fairclough, penelitian ini mengkaji tiga dimensi: teks, praktik wacana, dan praktik sosial, dengan sampel tujuh unggahan antara Juni hingga Agustus 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa feminisme digital di @kawanpuan.id mencakup tiga nilai utama: kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, dan solidaritas digital berbasis empati. Konten tentang ruang aman perempuan menekankan hak atas tubuh dan privasi, sementara isu perlindungan anak dan femisida mengedepankan tanggung jawab sosial dalam menciptakan lingkungan bebas kekerasan. Narasi pemberdayaan perempuan mengajak untuk menolak victim blaming, berani bersuara, dan membangun solidaritas lintas gender. Penelitian ini mengungkapkan bahwa feminisme digital di @kawanpuan.id berkontribusi pada pencapaian SDGs ke-5 tentang kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, serta mendukung kebijakan nasional dalam Program Asta Cita Prabowo Gibran, khususnya dalam pilar Pembangunan Manusia Unggul dan Berkeadilan Sosial.
Copyrights © 2025