Kardiomiopati hipertrofi obstruktif (HOCM) merupakan salah satu penyebab terjadinya kematian jantung mendadak yang disebabkan oleh kelainan genetik yang mana terjadi penebalan septum yang dapat menghambat aliran darah dari ventrikel kiri menuju aorta.Meskipun angka kematian jantung mendadak tahunan dianggap rendah, Sebagian besar pasien muda (<60 tahun) dengan HOCM memiliki angka kematian jantung mendadak yang jauh lebih tinggi. Presentasi klinis yang bervariasi menyebabkan penyakit ini kurang dikenali dan kurang terdeteksi dalam praktik klinis sehari-hari. Laporan kasus ini akan membahas mengenai penyakit HOCM pada wanita usia dewasa muda yang datang ke Poliklinik Rumah Sakit Bali Mandara. Seorang perempuan, 20 tahun dengan keluhan berdebar dan nyeri dada sebelah kiri sejak satu bulan yang memberat saat aktifitas. Pemeriksaan tanda vital dan status generalis dalam batas normal. Pada auskultasi jantung di dapatkan murmur ejeksi sistolik 3/6 pada batas tepi kiri sternum dan apeks. Pemeriksaan elektrokardiografi (EKG) ditemukan adanya P pulmonal dan hipertrofi ventrikel kiri. Pemeriksaan USG jantung didapatkan hipertrofi septum, obstruksi pada Left Ventricular Track (LVOT), dan turbulensi pada LVOT dan jet mitral regurgitasi. Pasien didiagnosis dengan kardiomiopatif hipertrofi obstruktif dengan Diastolic Dysfunction Grade II. Pasien menolak pemasangan Holter dan manajemen hanya berupa edukasi dan medikamentosa Concor 1,25 mg PO. Penting untuk mendeteksi dini kejadian HOCM serta startifikasi risiko yang dapat menyebabkan kematian jantung mendadak. Pada kasus ini pasien terdiagnosis dengan HOCM namun risiko untuk terjadinya kematian jantung mendadak masih minimal. Pasien disarankan untuk menghindari aktifitas fisik berat dan melanjutkan pengobatan medikamentosa yaitu B-Blocker. Pasien sudah melakukan deteksi dini sehingga kemungkinan kematian jantung mendadak dapat dicegah.
Copyrights © 2025