UMKM di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi digital, terutama dalam aspek perencanaan, penerapan, dan pengelolaan teknologi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan digital dan tata kelola TI pada UMKM Kriuk Stik menggunakan kerangka kerja COBIT 2019. Pendekatan yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha. Instrumen penilaian terdiri dari empat domain utama COBIT 2019, yaitu Align, Plan and Organize (APO), Build, Acquire and Implement (BAI), Deliver, Service and Support (DSS), dan Monitor, Evaluate and Assess (MEA), masing-masing dengan 10 indikator pertanyaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tiga domain—APO, DSS, dan MEA—berada pada Level 3 (Defined), sementara domain BAI berada pada Level 2 (Repeatable). Hal ini mengindikasikan bahwa sebagian proses tata kelola teknologi telah dilakukan secara sadar, namun belum terdokumentasi secara formal dan belum menjadi prosedur baku. Temuan ini memperlihatkan bahwa UMKM Kriuk Stik memiliki potensi untuk mengembangkan pengelolaan teknologi ke arah yang lebih strategis dan sistematis, asalkan diikuti dengan upaya perbaikan dalam perencanaan, implementasi, dan evaluasi digital secara konsisten.
Copyrights © 2025