Desa Krembangan memiliki kondisi geologi yang beragam, mulai dari dataran berlempung di bagian selatan hingga perbukitan batugamping yang kering di bagian utara. Variasi karakter batuan tersebut menyebabkan distribusi air tanah yang tidak merata, sehingga sebagian masyarakat, terutama di wilayah tengah dan utara, mengalami kesulitan dalam memperoleh air bersih pada musim kemarau. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan informasi awal mengenai potensi akuifer melalui survei geolistrik resistivitas menggunakan konfigurasi Schlumberger. Dua lintasan pengukuran sepanjang masing-masing 200 meter ditentukan berdasarkan kondisi geomorfologi dan aksesibilitas lapangan. Akuisisi data dilakukan dengan metode sounding, yaitu memperbesar jarak elektroda arus secara bertahap untuk memperoleh penetrasi kedalaman yang lebih baik. Hasil pengukuran kemudian diolah menggunakan pemodelan inversi resistivitas untuk menghasilkan penampang bawah permukaan. Nilai resistivitas rendah (<1 Ωm) diinterpretasikan sebagai zona jenuh air. Berdasarkan hasil pemodelan, akuifer teridentifikasi pada kedalaman sekitar 15–18 meter dengan ketebalan bervariasi antara 0,5 hingga 2 meter. Informasi ini diharapkan dapat digunakan sebagai dasar dalam penentuan lokasi sumur bor yang lebih tepat, sehingga mampu meningkatkan ketersediaan air bersih bagi masyarakat Desa Krembangan secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025