Colletotrichum capsici merupakan jamur penyebab penyakit antraknosa pada buah cabai yang dapat menurunkan hasil panen hingga 90%. Pengendalian kimiawi sering berdampak negatif terhadap lingkungan, sehingga diperlukan pengendalian hayati menggunakan jamur antagonis seperti Trichoderma. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kemampuan antagonis Trichoderma viride dan Trichoderma koningii dalam menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici, penyebab penyakit antraknosa pada cabai. Penelitian dilakukan secara in vitro menggunakan metode dual culture pada media PDA. Hasil pengamatan selama tujuh hari menunjukkan bahwa kedua spesies Trichoderma mampu menghambat pertumbuhan Colletotrichum capsici, dengan rata-rata daya hambat tertinggi Trichoderma viride sebesar 51,67% dan Trichoderma koningii sebesar 47,47%. Meskipun Trichoderma viride menunjukkan penghambatan yang lebih stabil dan konsisten, hasil uji-t menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara keduanya (p-value 0,70 > 0,05). Kesimpulannya, kedua spesies Trichoderma memiliki potensi yang relatif sama sebagai agen hayati dalam mengendalikan Colletotricum capsici.
Copyrights © 2025