Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara negara-negara membangun citra dan memperkuat posisi internasionalnya. Bagi Indonesia, pemindahan ibu kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN) tidak hanya berfungsi sebagai proyek pembangunan nasional, tetapi juga sebagai instrumen diplomasi publik digital dalam membangun citra Indonesia di kancah global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi diplomasi publik digital pemerintah Indonesia dalam konteks pembangunan IKN, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi, serta merumuskan rekomendasi bagi penguatan diplomasi digital di masa depan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis melalui analisis dokumen, wawancara semi-terstruktur, serta observasi digital (netnografi) pada media sosial pemerintah dan publik. Analisis wacana kritis dan analisis konten kualitatif digunakan untuk mengidentifikasi narasi utama, representasi citra, serta keterlibatan publik internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah aktif memanfaatkan media sosial dan kanal digital resmi untuk menyebarkan narasi positif tentang IKN sebagai kota berkelanjutan, inklusif, dan modern. Instagram dan YouTube terbukti efektif dalam membangun citra positif melalui konten visual, sementara Twitter memperlihatkan respons lebih kritis, terutama terkait isu lingkungan dan tata kelola. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi diplomasi digital yang bersifat platform-specific dan berbasis data. Rekomendasi penelitian ini adalah perlunya konsistensi narasi, inovasi konten partisipatif, serta kolaborasi dengan aktor non-negara, termasuk akademisi, media, dan komunitas internasional, guna memperkuat legitimasi IKN sebagai kota global masa depan.
Copyrights © 2025