Kekhawatiran tentang privasi data dan fenomena filter bubble telah muncul sebagai akibat dari dominasi mesin pencari konvensional yang menggunakan algoritma personalisasi. Hal ini dapat membatasi keanekaragaman informasi akademik dan mempengaruhi kemampuan siswa untuk berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji DuckDuckGo sebagai alternatif mesin pencari berbasis privasi yang memiliki kemampuan untuk mendukung lingkungan pembelajaran digital yang lebih netral dan etis. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literatur Review (SLR) dengan menelaah berbagai artikel ilmiah dan sumber yang dapat dipercaya mengenai DuckDuckGo, fenomena filter bubble, serta implikasi etis dalam pencarian informasi akademik. Temuan Studi menunjukkan bahwa mekanisme tanpa pelacakan (non-tracking) dan hasil pencarian yang seragam DuckDuckGo efektif mengurangi bias konfirmasi dan mendukung literasi data yang lebih baik. Akibat dominasi pasar yang kuat Google dan kurangnya kesadaran mahasiswa tentang pentingnya privasi digital, ini masih sulit diterapkan di institusi pendidikan tinggi. Sebagai kesimpulan, DuckDuckGo memiliki potensi yang luar biasa sebagai alat bantu penelitian akademik yang objektif. Namun, untuk mendorong adopsinya, pemerintah harus menawarkan dukungan pendidikan.
Copyrights © 2025