Pencahayaan memegang peranan penting dalam pengambilan citra, terutama dalam memperjelas detail tekstur seperti urat daun. Permasalahan utama dalam identifikasi bibit alpukat terletak pada kemiripan pola tekstur antarjenis, yang dapat menyebabkan kesalahan klasifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah filter pada pencahayaan terhadap akurasi identifikasi bibit alpukat. Metode yang digunakan meliputi segmentasi citra, ekstraksi fitur menggunakan Local Binary Pattern (LBP) sebanyak 59 fitur, dan klasifikasi menggunakan algoritma K-Nearest Neighbors (KNN) dengan variasi nilai K dari 2 hingga 6. Citra daun diambil dengan lima variasi jumlah filter pencahayaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penggunaan dua filter menghasilkan akurasi terbaik sebesar 68,8%, diikuti oleh empat dan lima filter masing-masing 68%, sementara satu filter hanya mencapai 61,6%. Nilai K optimal diperoleh pada K = 3 karena memberikan keseimbangan antara sensitivitas dan stabilitas. Kesimpulannya, variasi filter pada pencahayaan memengaruhi visibilitas tekstur urat daun dan akurasi klasifikasi. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan metode identifikasi bibit alpukat berbasis pengolahan citra.
Copyrights © 2025