Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan sistem content filtering pada jaringan internet sekolah menggunakan Squid Proxy yang terintegrasi dengan autentikasi pengguna melalui MikroTik. Permasalahan utama yang diangkat adalah maraknya akses terhadap konten negatif oleh siswa yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Sistem dirancang dengan pendekatan transparan proxy agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Squid Proxy mampu memblokir akses ke situs tertentu, terutama pada protokol HTTP, dengan menampilkan halaman peringatan yang sesuai. Namun, keterbatasan muncul pada protokol HTTPS, di mana halaman blokir tidak dapat ditampilkan karena enkripsi end-to-end. Selain itu, sistem belum mampu mengidentifikasi pengguna secara individual karena keterbatasan transparansi IP pada konfigurasi NAT di MikroTik. Sebagai alternatif, eksperimen tambahan dengan skenario explicit proxy menunjukkan potensi solusi untuk mengenali identitas pengguna, meskipun dengan konsekuensi konfigurasi yang lebih kompleks. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi sekolah dalam menerapkan kontrol akses internet yang efektif dan edukatif.
Copyrights © 2025