UMKM perikanan khususnya perikanan tangkap merupakan salah satu UMKM yang keberlanjutannya bergantung pada kondisi alam. Blue Economy (BE) merupakan konsep yang semakin populer sebagai strategi untuk menjaga sumber daya air. Wilayah Sulampua terletak di sekitar 6 Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP) yang memiliki peluang besar bagi perikanan tangkap di Indonesia. Optimalisasi ini perlu diselaraskan dengan pengelolaan berkelanjutan, salah satunya melalui penangkapan ikan yang terukur. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pertumbuhan ekonomi perikanan, menentukan ambang batas tangkapan ikan, dan faktor-faktor penting pendukung produksi perikanan tangkap di Wilayah Sulampua. Metode analisis yang digunakan adalah Analisis Fuzzy K-Means, Regresi Nonlinier dan Regresi Data Panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi perikanan tangkap di Sulampua dipengaruhi secara positif oleh produksi tangkapan, investasi, dan nilai ekspor. Terdapat dua klaster yang dikelompokkan berdasarkan nilai K-means, dan lima provinsi yang memiliki nilai ambang batas tangkapan. Produksi perikanan di Provinsi Sulawesi Tengah dan Papua Barat secara signifikan dipengaruhi oleh jumlah nelayan, sedangkan di Provinsi Sulawesi Utara dipengaruhi oleh perahu motor.
Copyrights © 2025