Siswa sekolah dasar sering mengalami kesulitan pada materi bangun datar yang melibatkan pemahaman sudut, skala, dan penggunaan alat seperti busur derajat. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengaruh gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik terhadap proses dan hasil pemecahan masalah matematika dalam diskusi kelompok siswa kelas V SD. Menggunakan pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa kelompok heterogen berdasarkan gaya belajar meningkatkan efektivitas diskusi. Siswa visual unggul dalam penyusunan informasi, auditori dalam komunikasi, dan kinestetik dalam penerapan strategi. Pengelolaan gaya belajar yang tepat mendukung
Copyrights © 2025