Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna semiotika pantun dalam upacara pernikahan tradisional suku Melayu Deli. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang menggunakan teori Semiotika Roland Barthes untuk melihat dua tingkat makna: makna denotatif (makna harfiah) dan makna konotatif (makna tersirat/bernilai budaya). Data pada penelitian ini Adalah pantun Melayu Deli dan sumber datanya diambil dari buku Kumpulan Pantun Melayu karya Zainal Arifin (2012). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantun dalam prosesi merisik atau meminang, mengantar pengantin, makan hadap-hadapan, dan mandi bedimbar memuat simbol-simbol budaya tentang kesopanan, kehormatan, kerja sama, harapan, serta tuntunan hidup berumah tangga. Hal ini menunjukkan bahwa pantun bukan sekadar hiasan upacara, tetapi sarana untuk menyampaikan nasihat, doa, dan nilai adat yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu Deli
Copyrights © 2025