Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna pencarian jati diri Generasi Z melalui praktik tarot dan self-healing serta menelaah kesesuaiannya dengan perspektif hadis dan psikologi Islam. Fenomena meningkatnya penggunaan tarot dan aktivitas self-healing di kalangan generasi muda menunjukkan kebutuhan akan stabilitas emosional dan spiritual di tengah tekanan sosial era digital. Melalui pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi interpretatif, penelitian ini menggali pengalaman subjektif 10 partisipan Generasi Z serta menghubungkannya dengan ajaran tazkiyah al-nafs, konsep ketenangan jiwa, dan larangan kahanah dalam hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik tarot dan self-healing lebih sering dimaknai sebagai sarana refleksi diri dan pengelolaan emosi daripada bentuk kepercayaan supranatural. Namun, penggunaan tarot sebagai ramalan tetap bertentangan dengan prinsip tauhid. Integrasi antara temuan empiris dan nilai Islam menunjukkan bahwa kebutuhan refleksi diri yang dicari melalui tarot dapat diarahkan menuju praktik muhasabah, dzikir, dan spiritual coping sesuai ajaran Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pedagogis dan konseling berbasis psikologi Islam untuk membimbing Generasi Z agar proses pencarian jati diri tetap sehat secara psikologis dan selaras dengan nilai-nilai hadis
Copyrights © 2025