Penyakit ginjal kronik (CKD) di Indonesia menunjukkan tren peningkatan, dengan prevalensi lebih dari 0,38%. Sebagian besar layanan hemodialisis (HD) terkonsentrasi di kota besar, menciptakan kesenjangan akses bagi pasien di wilayah rural dan 3T. Inovasi dialisis berbasis rumah, seperti Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) dan Home Hemodialysis (HHD), menjadi solusi potensial yang lebih mandiri dan efisien. Kajian ini bertujuan untuk mengevaluasi peluang dan tantangan penerapan dialisis rumah di Indonesia melalui pendekatan narrative literature review. Literatur ditelusuri dari PubMed, DOAJ, dan Google Scholar untuk periode 2018–2024, dan diperoleh 15 artikel yang relevan untuk dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa CAPD terbukti meningkatkan kualitas hidup pasien dan lebih efisien secara ekonomi dibanding HD konvensional. Namun, adopsi masih rendah akibat keterbatasan infrastruktur rumah, rendahnya literasi pasien, dan belum optimalnya regulasi serta distribusi logistik. HHD juga memiliki potensi besar, namun memerlukan kesiapan sistem yang lebih kompleks. Diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat regulasi, pelatihan, logistik, dan edukasi masyarakat. Dialisis rumah dapat menjadi pilar transformasi layanan nefrologi nasional yang lebih adil dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025