Indonesia secara demografis adalah negara keempat dunia dengan jumlah populasi penduduk terbesar sehingga Lembaga keuangan sangat dibutuhkan untuk menopang kegiatan ekonomi yang didalamnya banyak diperlukan pihak ketiga dalam bertransaksi. Perbankan merupakan pemrakarsa lahirnya banyak Lembaga keuangan salah satu yang lahir dan hadir ditengah kondisi Masyarakat yakni kopeasi yang didirikan dan diprakarsai oleh wakil presiden pertama Indonesia yang hingga kini terus berjalan dan tumbuh karena memang sesuai dengan kebutuhan Masyarakat. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan usaha koperasi yang pesat, kebutuhan akan pengelolaan koperasi yang professional juga bertambah besar. Minimnya informasi terkait akuntansi serta kerentanan dalam pelaporan keuangan yang tidak terorganisir dengan baik dapat berdampak pada kemampuan meningkatkan modal atau dana bantuan dari pemerintah, mitra bisnis atau bank. Penelitianl ini bertujuan untukl menganalisis penerapanl penyajian laporanl keuangan padal Koperasi XYZ tahun 2022 sesuail Standar Akuntansil Keuangan Entitasl Tanpa Akuntabilitasl Publik (SAK ETAP). Metode yangl digunakan adalahl kualitatif denganl pendekatan ldeskriptif. Teknikl pengumpulan datal primer dilakukanl melalui lobservasi, lwawancara, danl dokumentasi, sementara datal sekunder dilakukan melaluil studi pustaka danl laporan keuangan. Hasill penelitian ini menunjukanl bahwa Koperasi XYZ belum sepenuhnya mematuhi SAKl ETAP karenal hanya menyajikan laporanl keuangan berupal neraca, laporanl laba rugil dan laporanl perubahan ekuitas, berdasarkan SAK ETAP wajib menyajikan 5 komponenl laporan lkeuangan. Laporanl neraca padal Koperasi XYZ sudah sesuai SAKl ETAP hanyal saja adal pos – pos yangl tidak terdapat karna Koperasi XYZ unit usaha simpan pinjam. Penyajian laporanl laba rugil dan laporanl perubahan ekuitasl pada Koperasi XYZ sudah sesuai ketentuan SAKl ETAP.
Copyrights © 2026