Penelitian ini menganalisis determinasi faktor-faktor makroekonomi terhadap suku bunga Bank Indonesia periode 2003-2024 dalam perspektif ekonomi Islam. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode Vector Error Correction Model (VECM) dengan variabel cadangan devisa, nilai tukar, dan pertumbuhan ekonomi sebagai determinan suku bunga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam jangka panjang, pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap suku bunga (t-statistik 4,13 > 2,10). Sebaliknya, cadangan devisa (t-statistik 0,90 < 2,10) dan nilai tukar (t-statistik 1,83 < 2,10) tidak berpengaruh signifikan terhadap suku bunga dalam jangka panjang. Dari perspektif ekonomi Islam, penelitian ini juga menganalisis bahwa suku bunga merupakan manifestasi praktik riba yang dilarang dalam syariah. Sistem keuangan Islam menawarkan alternatif melalui prinsip bagi hasil (mudharabah), jual beli (murabahah), dan sewa (ijarah) yang menekankan keadilan distributif, berbagi risiko proporsional, dan keberkahan, bukan hanya keuntungan materi yang pasti seperti dalam sistem suku bunga konvensional.
Copyrights © 2025