Penelitian ini mengkaji konstruksi imajinasi urban Jakarta melalui serangkaian fotografi perkotaan yang merekam momen-momen keseharian. Dengan menggunakan konsep studium dan punctum Roland Barthes, fotografi dipahami sebagai teks kultural yang merepresentasikan struktur kota sekaligus pengalaman afektif penghuninya. Analisis tematik terhadap enam foto yang menampilkan lalu lintas, arsitektur, dan ruang publik menunjukkan bahwa citra visual Jakarta terbentuk dari interaksi antara bentuk spasial dominan dan detail-detail subtil yang kerap luput dari perhatian. Studium menampilkan gambaran umum pembangunan dan keteraturan kota, sementara punctum hadir melalui gestur tubuh, figur kabur, serta ketimpangan skala antara manusia dan infrastruktur, yang membuka lapisan makna emosional. Temuan ini memperlihatkan Jakarta sebagai kota paradoksal—modern namun sarat disonansi—serta menegaskan fotografi sebagai medium reflektif dalam memahami kehidupan urban.
Copyrights © 2025