The pocket book "The First Seven Days in Indonesia Your First-Seven Days In Indonesia" published by the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia in 2018 has an important position for students, apprentices or foreign nationals who are learning the Indonesian language and are going to Indonesia within the framework of the Sea Games 2018. This study aims to describe phonemic changes in word formation in the study of morphology that includes morphophonemic processes. The research was conducted using a qualitative descriptive approach. The source of data for this research is the pocket book "First Seven Days in Indonesia, Your First-Seven Days In Indonesia". The data contained in this book can be found in the form of vocabulary or conversation in 10 contents. The data is classified with the help of the MAXQDA 24 application to mark the morphophonemic vocabulary. The data was analyzed based on the morphophonemic process described in the Language Morphology Teaching Book compiled by Ahmad Nurefendi Fradana in the 2018 UMSIDA PRESS edition. The process involves the classification of words based on the process of adding phonems and phonem loss. The results of the study found 89 words that include morphophonemics based on the morphofonemic principles in Indonesian language described in the Language Morphology Teaching Book compiled by Ahmad Nurefendi Fradana. Abstrak Buku saku "Tujuh Hari Pertama di Indonesia/Your First-Seven Days in Indonesia" yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 2018 berperan penting sebagai referensi praktis bagi mahasiswa, pembelajar, dan warga negara asing yang mempelajari bahasa Indonesia, khususnya dalam rangka SEA Games 2018. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem dalam pembentukan kata berdasarkan kajian morfologi, khususnya proses morfofonemik. Peneliti menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain analisis dokumen. Sumber data berasal dari kosakata dan percakapan dalam sepuluh konten buku saku tersebut. Peneliti mengklasifikasikan data menggunakan perangkat lunak MAXQDA 24 untuk menandai kata-kata yang mengandung unsur morfofonemik. Selanjutnya, analisis dilakukan berdasarkan teori morfofonemik yang dikemukakan oleh Ahmad Nurefendi Fradana dalam Buku Ajar Morfologi Bahasa (UMSIDA Press, 2018). Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat 89 kosakata yang mengalami proses morfofonemik, baik berupa penambahan fonem (afiksasi) maupun pelesapan fonem (elisi). Temuan ini menunjukkan bahwa materi pembelajaran dalam buku tersebut telah merepresentasikan fenomena kebahasaan yang autentik dan relevan untuk pengajaran BIPA. Implikasi dari penelitian ini menegaskan pentingnya pemilihan dan penyusunan materi ajar berbasis pendekatan morfologis-fonologis untuk meningkatkan pemahaman pembelajar asing terhadap struktur dan dinamika bahasa Indonesia.
Copyrights © 2025