Pasien yang menjalani operasi Caesar (SC) dengan anestesi regional sering mengalami kecemasan, yang dapat memperburuk respons fisiologis dan meningkatkan persepsi nyeri. Karena intervensi farmakologis memiliki risiko terhadap janin atau bayi, scoping review ini meninjau bukti terbaru (2020–2025) mengenai efektivitas intervensi non-farmakologis, terutama terapi musik dan distraksi. Literatur yang dianalisis mencakup RCT dan Systematic Review. Hasil menunjukkan bahwa terapi musik secara konsisten menurunkan kecemasan intraoperatif maupun pascaoperasi dini, diukur menggunakan VAS-A dan STAI-SA. Musik pilihan pasien (patient-selected) terbukti paling efektif karena memberikan rasa kontrol, meningkatkan suasana hati, serta mengurangi kebutuhan obat bius tambahan seperti fentanyl atau midazolam. Beberapa studi juga menemukan penurunan skor PCS (Pain Catastrophizing Scale). Namun, efek terapi musik terhadap nyeri akut pascaoperasi masih belum konsisten, kemungkinan karena pengaruh residu anestesi spinal. Secara keseluruhan, terapi musik merupakan intervensi non-farmakologis yang aman, disukai pasien, dan efektif dalam mengurangi kecemasan dan faktor psikologis yang berkontribusi pada persepsi nyeri pada pasien SC dengan anestesi regional.
Copyrights © 2026