Penelitian ini menganalisis efikasi diri dan strategi pemasaran yang dilakukan oleh kedai kopi Coffee & Chill dalam menghadapi penurunan penjualan akibat pandemi Covid-19. Penjualan Coffee & Chill mengalami penurunan hingga 30% sejak tahun 2020 hingga 2022, namun mulai meningkat kembali pada tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan analisis teks. Data analisis menggunakan model interaktif Milles dan Huberman, yang melibatkan tiga langkah: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Coffee & Chill berhasil membangun loyalitas pelanggan melalui penyajian menu, harga, suasana nyaman, dan pelayanan yang ramah. Selain itu, Coffee & Chill menunjukkan kemampuan beradaptasi dengan mengikuti kebutuhan pasar dan berkolaborasi dengan merek lain. Keberhasilan Coffee & Chill juga dipengaruhi oleh efikasi diri yang tinggi, serta kemampuan belajar dengan cepat dan mempraktekan langsung dalam menghadapi tantangan bisnis.
Copyrights © 2025