Kajian sistematis ini menganalisis model-model keputusan investasi dan faktor-faktor yang memengaruhinya melalui tinjauan komprehensif terhadap 87 artikel akademis yang dipublikasikan antara 2010-2025. Mengadopsi protokol PRISMA, penelitian ini mengidentifikasi tiga tipologi utama model keputusan investasi: (1) model normatif/rasional yang berasumsi rasionalitas sempurna (NPV, IRR, CAPM), (2) model preskriptif/fleksibel yang mengakomodasi ketidakpastian (Real Options Analysis, pemrograman stokastik), dan (3) model deskriptif/perilaku yang mengakui bias kognitif (Prospect Theory, Behavioral Portfolio Theory). Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun model normatif tetap dominan dengan tingkat adopsi 89% di perusahaan multinasional, Real Options Analysis semakin mendapat perhatian dengan premium valuasi 15-30% untuk proyek berteknologi tinggi, sementara model behavioral memiliki explanatory power superior (R² = 0.68) di emerging markets. Sintesis faktor-faktor determinan mengungkapkan bahwa keputusan investasi merupakan resultant dari interaksi kompleks antara faktor ekonomi makro (suku bunga, inflasi, GDP), faktor kelembagaan (proteksi investor, good corporate governance), faktor internal perusahaan (struktur modal, likuiditas), dan faktor psikologis (overconfidence, loss aversion, herd behavior) yang mempengaruhi 65-78% investor individual. Kajian ini mengidentifikasi kesenjangan penelitian signifikan dalam area integrasi AI dan big data analytics, cross-cultural comparative studies, serta incorporating ESG factors ke dalam framework keputusan investasi, yang menjadi agenda prioritas untuk investigasi mendatang.
Copyrights © 2025