ABSTRACTKeragaman â dan Komposisi Tumbuhan di Hutan Gunung Nok dan Waifoi Waigeo KepulauanRaja Ampat: Dengan Perhatian Khusus Pada Species yang Terancam Kepunahan RajaAmpat merupakan kepulauan di Papua Barat yang terdiri atas sekitar 610 pulau; empat diantaranya merupakan pulau besar (Waigeo, Salawati, Batanta, dan Misool). Ekspedisi danstudi ekologi dilakukan di Gunung Nok dan Hutan Waifoi (Pulau Waigeo) pada tahun 2007.Tujuan ekspedisi ini adalah untuk mempelajari komposisi dan keragaman beta (â-diversity)flora Gunung Nok dan Hutan Waifoi yang merupakan area penting di Cagar Alam Pulau WaigeoTimur; mengkaji status populasi dari spesies-spesies endemik atau yang terancam kepunahan;serta mempelajari karakteristik habitat flora endemik atau terancam kepunahan . Survei komposisidan kelimpahan populasi dilakukan dengan menggunakan metode cuplikan sabuk transek(transect belts) dan kuadrat yang disusun secara sistematis bergantian di ke dua sisi sabuktransek di dua lokasi penelitian. Formasi dan keragaman beta vegetasi Gunung Nok diobservasidengan cara menetapkan titik-titik pengamatan berdasarkan perbedaan karakteristik komunitasvegetasi di sepanjang gradien gunung. Identitas spesies dan posisi keberadaannya dalamstrata kanopi dicatat dan diobservasi. Sebanyak 554 records tumbuhan berhasil dikoleksi darilokasi penelitian; lima spesies merupakan tumbuhan endemik Waigeo (Guioa waigeoensis,Alstonia beatricis, Calophyllum parvifolium, Schefflera apiculata, dan Nepenthes danseri)yang semuanya berkategori terancam kepunahan, sedangkan 42 spesies merupakan endemikNew Guinea. Dendrobium dan Bulbophyllum merupakan dua marga anggrek yang palingberagam berdasarkan jumlah spesies yang ditemukan.Kata kunci: Keragaman ?, komposisi tumbuhan, spesies terancam kepunahan, Gunung Nok,Hutan Waifoi, Waigeo
Copyrights © 2010