Era transformasi digital yang cepat telah menjadikan sektor pendidikan tinggi (PT) sebagai sasaran utama kejahatan siber, yang mencakup insiden data breach dan kecurangan akademik. Kemampuan untuk melakukan investigasi insiden dan mengumpulkan bukti digital yang sah merupakan kebutuhan manajerial yang vital dalam tata kelola keamanan informasi. Penelitian ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara penerapan teknis forensik digital (FD) dan implikasi strategis manajerial, hukum, serta kepatuhan di lingkungan PT Indonesia. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (Systematic Literature Review atau SLR) berdasarkan kerangka PRISMA untuk menjamin rigor metodologis. Hasilnya menunjukkan bahwa FD berperan penting dalam menjaga integritas akademik, misalnya melalui analisis artefak digital untuk kasus contract cheating. Secara hukum, meskipun UU ITE mengakui bukti elektronik, PT menghadapi tantangan dalam standardisasi prosedur FD dan pemeliharaan Chain of Custody (CoC) untuk memastikan keabsahan bukti. Kesimpulannya, efektivitas FD di PT menuntut komitmen manajerial strategis dan integrasi Digital Forensic Readiness (DFR) ke dalam kebijakan tata kelola untuk memperkuat akuntabilitas publik.
Copyrights © 2025