Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, keterbatasan akses terhadap permodalan menjadi salah satu kendala utama yang dihadapi UMKM dalam mengembangkan usahanya. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) hadir sebagai solusi yang ditawarkan pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM melalui pembiayaan dengan skema yang lebih mudah dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pendampingan dalam meningkatkan akses UMKM terhadap program KUR di Kabupaten Nganjuk. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan pengelolaan keuangan, serta pendampingan teknis dalam proses pengajuan KUR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pendampingan berhasil meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap manfaat dan prosedur pengajuan KUR, yang ditandai dengan peningkatan jumlah pengajuan KUR di Bank Mandiri KCP Nganjuk. Selain itu, pendampingan juga membantu UMKM dalam menyelesaikan kendala administratif dan memperbaiki manajemen keuangan mereka. Namun, terdapat beberapa tantangan yang masih perlu diatasi, seperti keterbatasan infrastruktur pendukung, rendahnya literasi keuangan, serta sulitnya akses bagi UMKM yang tidak memiliki agunan. Secara keseluruhan, pendampingan ini memberikan dampak positif dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM serta meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola usaha secara profesional. Dengan adanya pendampingan yang lebih intensif dan berkelanjutan, diharapkan UMKM di Kabupaten Nganjuk dapat berkembang lebih baik, meningkatkan daya saing, dan berkontribusi lebih besar terhadap perekonomian daerah.
Copyrights © 2025