Media masa merupakan arena pertarungan kekuasaan. Hal ini berarti, di satu sisi media bisa menjadi sarana legimitasi kekuasaan, sekaligus pula sebagai kontrol wacana publik. Namun, pada sisi lain media masa juga bisa menjadi alat resistensi terhadap kekuasaan, sekaligus bisa menjadi instrumen perjuangan bagi kaum tertindas untuk membangun kekuasaan tandingan. Oleh sebab itu, berita di media tidak pernah netral, selalu terdapat maksud dan tujuan tertentu. Terkait dengan pemberitaan kasus Mesuji oleh media cetak Jawa Pos, dapat diidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, bentuk, dan strategi pertarungan kekuasaan yang ada. Dengan menggunakan pisau AWK (Analisis Wacana Kritis), dapat diketahui pihak yang terlibat dalam pertarungan kekuasaan adalah Jawa Pos, Polri, masyarakat Mesuji dan sekitarnya, dan TPGF (Tim Gabungan Pencari Fakta). Demikianlah bentuk pertarungan kekuasaan keempat pihak tersebut berbeda-beda.
Copyrights © 2011