Jurnal Linguistik Terapan
JLT Volume 4 No 1, 2014

Makna angka 6 dalam perspektif orang Sabu “Suatu studi semiotika bilangan”

Hentji Kadja (Universias Cendana Kupang)
Felysianus Sanga (Universias Cendana Kupang)
Marselus Robot (Universias Cendana Kupang)



Article Info

Publish Date
31 May 2014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi yang sistematis dan lengkap mengenai makna angka 6 dalam perspektif orang Sabu. Teori analisis wacana kritis dan hermeneutika digunakan untuk memahami makna bilangan 6 dalam bilangan tradisi, serta teori semiotika Pierce dan Barthes. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk mendeskripsikan makna bilangan bilangan tradisi. Berdasarkan hasil analisis semiosis Pierce dan Barthes yang dilakukan peneliti ditemukan bahwa, perspektif orang Sabu angka 6 merupakan bilangan pembagian kekuasaan wilayah secara adil, dan persekutuan kekeluargaan dan persaudaraan dalam semangat jiwa yang murni. Makna bilangan 6 tradisi adalah seorang manusia menggunakan kekuasaan secara adil dalam semangat persekutuan kekeluargaan dan persaudaraan dalam jiwa yang murni, bila diulangi tiga kali akan menunjukkan sifat egoisme dan penonjolan diri yang serakah akan kekuasaan. Pada akhirnya disimpulkan bahwa orang Sabu memandang bilangan 6 sebagai bilangan kekuasaan adalah “manusia sebagai makhluk yang mulia diberi kekuasaan yang terbatas untuk mengatur alam semesta ini”.

Copyrights © 2014






Journal Info

Abbrev

jlt

Publisher

Subject

Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Linguistik Terapan (JLT) terbit dua kali dalam setahun pada bulan Mei dan November yang berisi artikel ilmiah hasil penelitian atau kajian dalam bidang pengajaran bahasa, pembelajaran bahasa, pemerolehan bahasa, sosiolinguistik, psikolinguistik, penerjemahan, analisis wacana, pragmatik, ...