Di era digital, yang membuat segala hal berbasis teknologi semakin mendominasi dan menggeser budaya lokal. Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap budaya tradisional yang menjadi kekayaan budaya daerah, seperti halnya gamelan kaca merupakan warisan budaya tradisional yang ada di Paguyuban Song Meri. Mempopulerkan gamelan kaca perlu dilakukan sebagai upaya mengenalkan budaya tradisional. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami upaya paguyuban Song Meridalam mempopulerkan gamelan kaca melalui media digital serta faktor pendorong dan faktor penghambatnya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif desain studi kasus, dengan subjek pengurus paguyuban Song Meri dan masyarakat terlibat, lokasi penelitian di Paguyuban Song Meri desa Sukoharjo Kabupaten Pacitan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Teknik analisis data mengacu pada pendapat yang dikemukakan oleh Miles Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Song Meri memiliki upaya dalam mempopulerkan gamelan kaca dengan karakteristik yang fleksibel sehingga mampu mengikuti perubahan yang ada, terdapat dua upaya yang dilakukan yakni (1) konten media dan kegiatan paguyuban sesuai dengan nilai yang berkembang di masyarakat, dan (2) mengedepankan seni dan kolaborasi. Faktor pendorong dan faktor penghambat terdapat pada sinergi dari internal anggota paguyuban.
Copyrights © 2024