Penelitian ini membahas serangan siber yang terjadi pada Pusat Data Nasional (PDNS) 2Surabaya pada Juni 2024, yang disebabkan oleh ransomware Braincipher, varian dari Lockbit3.0. Serangan ini mengakibatkan gangguan pada layanan publik, termasuk layanankeimigrasian, dengan dampak serius bagi aktivitas masyarakat dan kerugian finansial yangsignifikan. Pemerintah melalui Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kementerian terkaitmenanggapi insiden ini dengan serangkaian langkah pemulihan yang terdiri dari zona karantina,pembersihan, dan pemulihan. Selain itu, penguatan regulasi keamanan siber diambil denganmewajibkan cadangan data, peningkatan infrastruktur, serta kerja sama lintas instansi untukmemperbaiki tata kelola data. Analisis SWOT yang dilakukan mengidentifikasi kekuatan padapemulihan layanan dan implementasi strategi backup 3-2-1, namun mengungkap kelemahandalam respons keamanan yang masih bersifat reaktif. Di sisi lain, peluang untuk memperkuatklasifikasi data dan peningkatan kerja sama digital forensik diharapkan dapat meningkatkanketahanan sistem. Namun demikian, ancaman terkait keterbatasan sumber daya, kesiapan servercadangan, dan potensi celah pada infrastruktur tetap perlu diwaspadai. Penelitian ini terbataspada data sekunder dari sumber berita, sehingga wawancara dengan aktor dan pemangkukepentingan diperlukan untuk memperkaya analisis.
Copyrights © 2024