Meskipun teknologi konstruksi mengalami perkembangan yang pesat, pelaksanaan proyek konstruksi gedung di Indonesia masih sangat bergantung pada sumber daya manusia. Keberhasilan proyek sangat ditentukan oleh kinerja tenaga kerja di lapangan, khususnya tukang dan laden, yang berada di bawah koordinasi seorang mandor. Dengan demikian, peran mandor menjadi faktor krusial dalam menentukan efektivitas pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi relevansi peran mandor berdasarkan temuan studi terdahulu dengan kondisi aktual saat ini. Metode yang digunakan mencakup penyebaran kuesioner kepada kontraktor berkualifikasi besar yang sedang melaksanakan proyek konstruksi gedung di Kota Bandung, serta wawancara langsung dengan sejumlah mandor konstruksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peran mandor dari penelitian sebelumnya masih relevan hingga saat ini. Namun, terdapat peningkatan signifikan pada peran mandor sebagai pelaku usaha yang menunjukkan karakteristik mirip subkontraktor, meskipun belum berbadan hukum dan memiliki keterbatasan finansial. Selain itu, kinerja mandor saat ini dinilai lebih baik dibandingkan satu dekade lalu, seiring dengan meningkatnya tuntutan pasar dan pengaruh pelatihan keterampilan teknis.
Copyrights © 2025