Kenaikan muka air laut (Sea Level Rise, SLR) merupakan salah satu dampak signifikan perubahan iklim yang beriimplikasi langsung pada keberlanjutan infrastruktur pesisir. Penelitian ini bertujuan memprediksi kenaikan muka air laut di Kota Tarakan periode 2025-2100 dengan menggunakan data historis 1994-2024 dari Copernicus Climate Change Service yang diolah menggunakan perangkat lunak ODV (Ocean Data View). Analisis dilakukan menggunakan distribusi probabilitas Gumbel dan Weibull yang menghasilkan persamaan prediksi berbasis input tahun, sehingga memudahkan perencana infrastruktur pesisir untuk menentukan elevasi desain tanpa melakukan perhitungan ulang. Hasil menunjukkan bahwa model Gumbel memberikan estimasi yang lebih tinggi (kondisi terburuk) dibandingkan model Weibull (kondisi terbaik), keduanya memiliki koefisien determinasi tinggi (R2 ≥ 0,94). Proyeksi hingga tahun 2100 mempertimbangkan kenaikan muka air laut maksimum mencapai 2,44 m (Gumbel) dan 2,40 m (Weibull). Temuan ini menjadi acuan teknis dalam perencanaan bangunan pelindung pantai seperti revetment, detached breakwater, dan groin, serta dalam penyesuaian desain dermaga dan sistem drainase pesisir. Kontribusi utama penelitian ini adalah penyediaan persamaan prediksi SLR yang dapat langsung diintegrasikan ke perencanaan teknik sipil, khususnya pada wilayah pesisir tropis yang rentan terhadap perubahan iklim.
Copyrights © 2025