Tingginya angka pertumbuhan penduduk di Indonesia serta rendahnya tingkat literasi kesehatan terutama tentang kontrasepsi di kalangan pasangan usia subur (PUS), hal tersebut menyebabkan rendahnya minat penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang khususnya alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh tingkat pemahaman terhadap minat PUS menggunakan AKDR di Puskesmas Makasar Jakarta Timur. Desain pada penelitian ini adalah analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik accidental sampling di dapatkan sampel 54 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengolahan data meliputi editing, coding, scorring dan tabulating kemudian data di analisa menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 25 responden (46,3%) memiliki tingkat pemahaman dalam kategori baik dan 31 responden (57,4%) memiliki minat sedang. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,037 sehingga dapat ditarik kesimpulan terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat pemahaman terhadap minat PUS menggunakan AKDR. Hal ini menunjukkan pentingnya peningkatan pengetahuan melalui strategi edukasi yang terintegrasi diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program keluarga berencana yang berkualitas dan menekan angka kehamilan tidak diinginkan.
Copyrights © 2025