Permasalahan sampah di tingkat desa masih menjadi isu penting yang memerlukan solusi kolaboratif dan berkelanjutan. Desa Palembapang, Kalianda, menghadapi peningkatan volume sampah rumah tangga dan limbah pertanian, khususnya bonggol jagung, yang belum dikelola secara optimal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengembangkan model pengelolaan sampah terpadu melalui kerja sama dengan Bank Sampah Amanah Mandiri dan inovasi pemanfaatan limbah bonggol jagung menjadi briket ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif partisipatif melalui observasi, wawancara, pelatihan, dan pendampingan masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi dengan bank sampah berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah anorganik, dengan partisipasi aktif 32 kepala keluarga dan pengurangan volume sampah hingga 30% dalam dua bulan. Inovasi pengolahan bonggol jagung menghasilkan briket bernilai ekonomi dengan potensi tambahan pendapatan Rp4.000–5.000/kg. Integrasi kedua kegiatan ini menciptakan model circular economy di tingkat desa yang berdampak positif secara sosial, ekonomi, dan lingkungan. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-11 dan ke-12 melalui pengelolaan sampah berkelanjutan berbasis masyarakat.
Copyrights © 2025