Penelitian ini menitikberatkan pembahasan pada hubungan bilateral yang terjalin antara Arab Saudi dan Israel dengan menggunakan perspektif bandwagoning. Sebagai negara yang mayoritas beragama Islam, dalam tatanan politik internasional, Arab Saudi sudah seharusnya menjaga jarak dengan Israel karena tindakannya yang tergolong kooperatif dengan Israel sangat bertentangan dengan ideologi negara tersebut. Di sisi lain, fenomena kedekatan hubungan bilateral antara Arab Saudi dan Israel terjadi ketika hubungan antara Arab Saudi dan Iran terbilang memanas. Iran sendiri merupakan salah satu aktor internasional yang memiliki pengaruh besar di kawasan Timur Tengah khususnya bagi Arab Saudi. Di tengah konflik ideologi dan geopolitik yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran, sikap kooperatif Arab Saudi terhadap Israel pada dasarnya merupakan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan sekaligus menghindari ancaman dari Iran. Dengan menggunakan teori bandwagoning, sikap Arab Saudi untuk dapat bertahan dalam sistem internasional yaitu dengan cara berlindung atau mengekor negara lain yang lebih kuat setidaknya dapat dipahami dengan jelas. Selain itu, penulis juga mencoba menjelaskan alasan mengapa Arab Saudi menjadikan Israel sebagai negara banwagoning dengan membandingkan kekuatan Israel dan Iran dalam sistem internasional.
Copyrights © 2020