Tujuan makalah ini adalah untuk meninjau dan menganalisis karakter politik internasional Tiongkok dari perspektif Etika Konfusianisme Baru melalui studi tentang politik internasional Tiongkok. Tujuan pembahasan ini adalah untuk memberikan wawasan tentang landasan moral politik internasional Tiongkok dan menjelaskan peran etika dalam membentuk perilaku politik internasional yang dapat memiliki implikasi bagi kepemimpinan politik dan pengambilan keputusan. Studi ini dapat menjadi kontribusi bagi pengembangan pemahaman yang lebih mendalam tentang hubungan kompleks antara etika, politik, dan budaya di Tiongkok. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data primer dari arsip naskah pidato dan teknik pengumpulan data sekunder dari buku dan karya ilmiah, seperti tesis dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konfusianisme Baru merupakan representasi dari proses dialektis yang menjembatani dua kontradiksi antara tradisional dan konservatif klasik. Dari kombinasi kedua hal tersebut, penerapan Neo-Konfusianisme dalam memandang ideologi, gerakan, dan sistem politik internasional China. China dengan gerakan politik Neo-Konfusianisme melalui upaya kelompok intelektual dan elit menekankan pentingnya membangun kembali karakteristiknya dan menegaskannya kepada komunitas internasional melalui penggunaan soft power.
Copyrights © 2025