Penelitian ini membahas strategi diplomasi budaya yang dijalankan oleh PT Produksi Film Negara (PFN) melalui penyelenggaraan Indonesia Movie Weekend Festival (IMWF) 2024 di Cina. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini dianalisis melalui kerangka diplomasi budaya Patricia Goff yang mencakup tiga dimensi utama: koneksi, konsistensi, dan inovasi. Meski bukan lembaga diplomatik, PFN—sebagai badan perfilman milik negara—berperan aktif dalam mendukung diplomasi budaya Indonesia di tengah belum adanya strategi nasional yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi 4C PFN (Connect, Collaborate, Create, dan Commerce) mampu menerjemahkan teori Goff ke dalam praktik. Strategi Connect membangun keterhubungan emosional dan kontekstual dengan audiens dan mitra di Cina, Collaborate menciptakan kemitraan jangka panjang lintas budaya, sedangkan Create dan Commerce mencerminkan inovasi dalam format dan pendekatan, termasuk sinema digital vertikal dan teknologi imersif. Namun, tantangan tetap ada, seperti minimnya koordinasi antar lembaga dalam negeri dan proteksionisme pasar film Tiongkok. Kendati demikian, PFN tampil sebagai aktor negara yang adaptif dan strategis, menjadikan diplomasi perfilman sebagai sarana memperkuat citra Indonesia di kancah global melalui pendekatan naratif yang berkelanjutan dan inovatif.
Copyrights © 2025