Hutan Adat Sungai Utik di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, merupakan contoh keberhasilan masyarakat adat Dayak Iban dalam menjaga kelestarian hutan melalui aturan dan kelembagaan adat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan studi literatur untuk mengkaji keterkaitan pengelolaan hutan adat, daya tarik wisata, dan potensi ekowisata berkelanjutan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kondisi hutan hujan tropis yang masih terjaga, kejernihan Sungai Utik, keberadaan Rumah Betang, serta praktik budaya dan kearifan lokal menjadi daya tarik utama kawasan. Pengembangan ekowisata berbasis komunitas melalui homestay, pemandu lokal, trekking hutan, dan penjualan kerajinan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat tanpa merusak lingkungan. Dengan demikian, Hutan Adat Sungai Utik berpotensi menjadi model ekowisata berkelanjutan yang mengintegrasikan konservasi lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat.
Copyrights © 2025