Background: The lack of oral and dental health knowledge has led to a high prevalence of dental and oral health problems in Indonesia (56.9%) and in South Kalimantan Province (59.6%). In Banjarmasin City, the prevalence of these problems is 52.67%. Objective: To analyze the comparative effectiveness of dental health education using a busy book and animated video in improving dental health knowledge among students aged 7–9 years at SDN 2 Kelayan Timur. Methods: This study used a quasi-experimental method with a pretest-posttest design and simple random sampling technique. The research was conducted at SDN 2 Kelayan Timur with a sample of 48 students. The study involved measuring students’ dental health knowledge before and after the education intervention using either a busy book or an animated video. Statistical tests used were the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The Wilcoxon test showed a significant difference in knowledge between pretest and posttest in the busy book group (p = 0.000), and similarly in the animated video group (p = 0.000). The Mann-Whitney test indicated a significant difference in knowledge improvement between the two groups (p = 0.000). Conclusion: Dental health education using animated video is more effective than using a busy book in increasing students’ dental health knowledge.Keywords: Animated video, Busybook ABSTRAKLatar Belakang: Kurangnya pengetahuan kesehatan gigi dan mulut menyebabkan tingginya prevalensi terjadinya permasalahan kesehatan gigi dan mulut di Indonesia sebesar 56,9% dan di Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 59,6%. Prevalensi permasalahan kesehatan gigi dan mulut penduduk Kota Banjarmasin 52,67%. Tujuan: Menganalisis perbandingan efektivitas penyuluhan kesehatan menggunakan busybook dan video animasi dalam peningkatan pengetahuan kesehatan gigi pada siswa usia 7-9 tahun di SDN 2 Kelayan Timur. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Quasi Experimental dengan rancangan pretest dan posttest design, teknik pengambilan sampel simple random sampling. Penelitian dilaksanakan di SDN 2 Kelayan Timur dengan sampel berjumlah 48 siswa. Tahapan penelitian yaitu pengukuran tingkat pengetahuan kesehatan gigi anak sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan busybook dan video animasi. Uji statistik yaitu uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Analisis uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan pengetahuan antara pretest dan posttest penyuluhan kesehatan pada kelompok busybook (pengetahuan: p=0,000), pada kelompok video animasi terdapat perbedaan pengetahuan antara pretest dan posttest (pengetahuan: p=0,000). Hasil analisis uji Mann-Whitney menunjukkan ada perbedaan pengetahuan menggunakan busybook dan video animasi (pengetahuan: p=0,000). Kesimpulan: Penyuluhan kesehatan menggunakan video animasi lebih efektif dibandingkan busybook dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi.Kata Kunci: Busybook, Media penyuluhan, Video animasi
Copyrights © 2025