Konsumsi diet tinggi lemak bisa memicu terjadinya hiperlipidemia yang merupakan salah satu faktor risiko utama aterosklerosis. Daun nangka (Artocarpus heterophyllus L.) memiliki kandungan antioksidan yang berasal dari flavonoid dan dapat berperan dalam menghambat proses perkembangan lesi aterosklerosis. Pelaksanaan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun nangka terhadap gambaran histopatologik aorta tikus wistar yang diberi diet tinggi lemak. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium yang dilakukan pada 24 ekor tikus wistar jantan sebagai subjek penelitian. Pada penelitian ini digunakan dosis lemak babi 4 ml/tikus/hari dan ekstrak daun nangka dosis 200 dan 400 mg/kgBB. Subjek penelitian dibagi 4 kelompok. Pada kelompok A tidak diberikan perlakuan selama 23 hari. Pada kelompok B, C, dan D diberi lemak babi selama 23 hari. Setelah diberi lemak babi kelompok C dan D diberi ekstrak daun nangka 14 hari berikutnya. Pada kelompok A menunjukkan gambaran histopatologik aorta normal. Kelompok B menunjukkan terdapat sel busa pada tunika media dan intima aorta. Pada kelompok C dan D menunjukkan terdapat pengurangan jumlah sel busa. Pemberian ekstrak daun nangka memberikan efek terapi berupa berkurangnya jumlah sel busa pada. tunika media dan intima aorta dengan efek terapi yang lebih baik terjadi pada kelompok D.
Copyrights © 2024