Asap rokok konvensional menyebabkan kerusakan paru karena infiltrasi sel radang. Tar dan nikotin pada heated tobacco lebih rendah daripada rokok konvensional, namun tetap menghasilkan senyawa karsinogenik dan toksik, sehingga heated tobacco tetap beresiko buruk terhadap kesehatan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pegaruh paparan asap rokok konvensional dan uap heated tobacco terhadap gambaran histopatologik paru tikus wistar. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorik. Penelitian ini menggunakan 15 ekor tikus yang dibagi dalam 3 kelompok I (kontrol), kelompok II (dipaparkan asap rokok konvensional), kelompok III (dipaparkan uap heated tobacco). Subjek penelitian kelompok II dan III diberi paparan sebanyak 3 batang perhari untuk setiap kelompok. Perlakuan setiap kelompok dilakukan selama 21 hari dan diterminasi pada hari ke-22 dengan pengambilan jaringan paru untuk preparat dan dilihat gambaran histopatologiknya. Hasil penelitian kelompok II didapatkan adanya infiltrasi sel radang PMN, hiperemi, dan penebalan dinding alveolus. Sementara hasil penelitian kelompok III didapatkan adanya infiltrasi sel radang PMN, hiperemi, dan pembesaran rongga alveoli yang menandakan terjadinya emfisema. Ditemukan perbedaan yang jelas antara pengaruh paparan asap rokok konvensional dan uap heated tobacco terhadap gambaran histopatologik paru tikus wistar. Uap heated tobacco memberikan pengaruh yang dominan mengarah ke emfisema.
Copyrights © 2024