Permasalahan utama dalam peningkatan produktivitas tanaman sayuran kubis di Kota Tomohon adalah adanya serangan hama, salah satunya hama Plutella xylostella L. Penelitian ini bertujuan mengetahui respon kematian larva dan resistensi hama P. xylostella terhadap beberapa jenis insektisida komersial di laboratorium. Sebanyak tiga jenis insektisida komersial yang umum digunakan oleh petani, yakni deltametrin, emamektin benzoat, dan profenofos diuji-cobakan pada larva P. xylostella instar 3 dengan menggunakan metode celup daun, larva uji terlebih dahulu dipuasakan. Pengamatan mortalitas serangga uji dilakukan pada 96 jam setelah perlakuan (JSP) untuk populasi generasi F1 (populasi lapangan) dan generasi F5 (populasi laboratorium). Data diolah menggunakan analisis sidik ragam dengan pola Rancangan Acak Lengkap. Resistensi P. xylostella terhadap insektisida slot deposit 5000 komersial dihitung dengan menggunakan Nisbah Resistensi (NR). Nisbah resistensi diperoleh dengan membandingkan LC50 populasi generasi F1 dan LC50 populasi generasi F5. Hasil penelitian uji toksisitas perlakuan dosis pada masing-masing insektisida yang digunakan menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap mortalitas larva uji. Mortalitas larva P. xylostella generasi F1 yang diberi perlakuan variasi dosis insektisida deltametrin, emamectin benzoat dan profenofos menunjukkan mortalitas yang rendah pada dosis 1.5 ml/l, 2.0 ml/l dan 2.5 ml/l secara berurutan yakni deltametrin 16.67%, 33.33%, 36.67%; emamectin benzoat 16.67%, 30.00%, 46.67%; dan profenofos 13.33%, 26.67%, 46.67%. Sedangkan pada generasi F5 (populasi laboratorium), mortalitas larva P. xylostella pada dosis 1.5 ml/l, 2.0 ml/l dan 2.5 ml/l lebih tinggi, secara berurutan yakni deltametrin 73.33%, 93.33%, 96.33%; emamectin benzoat 76.67%, 93.33%, 100.00%; dan profenofos 76.67%, 90.00%, 100.00%. P. xylostella yang dikendalikan menggunakan insektisida deltametrin telah mengalami resistensi sebesar 2.15 kali, emamectin benzoat 2.17 kali dan profenofos 2.06 kali.
Copyrights © 2025