Kabupaten Sumenep memiliki banyak pulau dengan keindahan alamnya masing-masing, salah satunya Pulau Gili Labak yang memiliki ekosistem terumbu karang. Ekosistem terumbu karang merupakan ekosistem yang rapuh sehingga tergolong ekosistem yang laju kepunahannya relatif cepat jika terganggu. Kondisi terumbu karang dapat dilihat dari kerusakan fisik dan kerusakan fisiologis. Kerusakan fisik terlihat dari hancurnya koloni karang, patahnya dahan dan juga koloni yang terangkat dari substratnya. Metode Line Intercept Transect (LIT) merupakan metode pengumpulan data karang dengan menggunakan roll meter yang dibentangkan horizontal sejajar garis pantai pada kedalaman perairan antara 3-7 m dengan panjang transek 100 meter. Sedangkan status terumbu karang mengacu pada Kriteria Baku Kerusakan Terumbu Karang (Keputusan Menteri LH No. 4 Tahun 2001). Hasil pengukuran yang dilakukan pada stasiun 1 menunjukkan persentase tutupan karang hidup sebesar 70,92% dengan status sangat baik, stasiun 2 sebesar 72,29% dengan status sangat baik, dan stasiun 3 sebesar 45,99% dengan status sedang.
Copyrights © 2025